You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Taman Kolong Flyover Klender Dipenuhi PKL dan PMKS
photo Nurito - Beritajakarta.id

Taman Kolong Flyover Klender Marak PKL dan PMKS

Taman kolong Flyover Klender, Pulogadung, Jakarta Timur mulai memprihatinkan. Bagaimana tidak, taman tersebut kembali dipenuhi pedagang kaki lima (PKL). Bahkan, taman ini menjadi tempat mangkalnya para penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). Akibatnya, sejumlah taman rusak terinjak-injak.

Pasti akan kita tertibkan karena taman itu harus steril dari PKL dan PMKS

Pantauan beritajakarta.com, sejumlah PKL menggelar lapaknya di pinggir taman dan lorong masuk taman. Di sisi utara, banyak PMKS memanfaatkannya untuk istirahat. Mereka menggelar kardus atau koran untuk tidur.

Wati (35), seorang penjual gorengan di lorong masuk taman mengaku berjualan karena terdesak kebutuhan ekonomi. Ia tahu kalau taman tersebut dilarang untuk berjualan. Bahkan pekan lalu meja dagangannya diangkut petugas Satpol PP yang melakukan razia. Namun keesokannya langsung membuat meja baru lagi untuk berjualan.

Taman Kolong Flyover Klender Ramai Dikunjungi Warga

"Mau bagaimana lagi, saya berjualan di sini karena desakan ekonomi," katanya, Kamis (19/3).

Terkait hal tersebut, Kepala Satpol PP Jakarta Timur, Hartono mengatakan, sebenarnya kawasan kolong Flyover Klender selalu dijaga sebanyak 1 regu atau 6 orang petugas. Pihaknya berjanji akan menertibkan PKL dan PMKS yang memanfaatkan kolong atau taman itu secara ilegal. "Pasti akan kita tertibkan karena taman itu harus steril dari PKL dan PMKS," ujar Hartono.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1121 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1113 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye871 personAnita Karyati
  4. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye797 personBudhi Firmansyah Surapati
  5. Gedung Sekolah di Dua Pulau Segera Direhab Total

    access_time04-08-2026 remove_red_eye727 personAnita Karyati